Aku menuliskan artikel ini sebagai reminder buat aku pribadi, bahwa memulai sesuatu itu tidak hanya berbekal “asal kita ingin” saja. Tetapi juga butuh usaha, kerja keras dan konsistensi untuk bisa mencapainya. Semoga artikel ini bisa menjadi bahan refrensi bagi teman-teman yang ingin memulai terjun ke dunia Remote Work.
Jika ada hal yang baik semoga bisa diambil hikmahnya, dan jika ada hal yang buruk mohon di maafkan dan bisa di abaikan saja. =)
Kalau aku boleh jujur, mulai jadi Virtual Assistant (VA) dari nol itu bukan soal “cukup punya laptop dan internet”. Tapi yang paling berat justru kebingungan di hari-hari awal saat kita memutuskan untuk mulai bekerja di dunia Remote ini.
Aku pun merasakannya bahwa memasuki dunia Remote Work tidak segampang, semudah dan seindah kelihatannya. Kerja dengan waktu flexible, bergaji dollar, memiliki klien luar negeri, dan masih banyak lagi kehebatan kerja remote yang di gaungkan dan di iklankan di luar sana.
Faktanya adalah : tahun pertama kamu memulai untuk bekerja Remote, adalah waktu dimana kamu paling berjuang untuk mendapatkan posisi di circle ini.
Pada saat awal ingin memulai pun kita bahkan nggak tahu skill mana yang harus dikuasai lebih dulu, portofolio itu bentuknya seperti apa, platform apa yang paling cocok untuk kita, bagaimana cara mendapatkan klien, bagaimana cara membuat proposal, bagaimana cara berkomunikasi dengan our fist client dan masih banyak lagi obstacle lain yang tidak terlihat di depan mata.
Dan sebenarnya itu adalah hal yang wajar. Semua VA atau Remote Worker lain, yang sekarang sudah Fully booked Job pun pernah ada di titik nol itu. Semua orang pernah jadi Newbie.
Bedanya, mereka punya rencana sistematis untuk belajar menjadi seorang VA yang handal.
Jadi, buat kamu yang baru memulai semuanya dari 0, sama seperti aku dulu. Mungkin kamu bisa pakai cara aku saat memulai perjalananku di dunia Remote Work ini.
Saat itu aku membuat sendiri agenda yang kurasa paling cocok untukku. Dan memakai Roadmap 60 hari ini untuk bantu aku belajar skill VA dari 0 tanpa merasa terbebani.
Step-by-step yang runtut ini setidaknya bikin aku berfikir “ternyata aku bisa juga ya!.”
Roadmap ini aku pecah jadi 4 fase besar: Fondasi, Portofolio, Platform, dan Outreach.
Fase 1 (Day 1–15): Fondasi Skill & Pola Kerja
Di fase pertama ini, fokusnya bukan harus menjadi expert. Tapi kamu hanya perlu menguatkan basic skill, supaya nanti waktu sudah handle klien kamu nggak bingung harus mulai dari mana.
Day 1–3: Belajar Basic Tools (Canva + Email + Google Workspace)
Ini yang paling umum dipakai oleh semua VA pemula. Kamu bisa mulai belajar dan menguasai hal sederhana dulu sebelum kamu menjadi VA Professional:
- Membuat template konten dasar di Canva
- Menyusun email yang rapi
- Menggunakan Google Drive, Sheets, Docs
- Bikin folder teratur
Tujuan awal: kamu bisa nyaman memakai basic tools ini, dan bukan harus langsung jago.
Day 4–7: Tentukan Core Skill Kamu
Sebelum bikin portofolio, kamu harus tahu dulu kamu VA yang tipe apa.
Contoh core skill yang sering jadi titik awal bagi VA Pemula:
- Email & Calendar Management
- Admin Support
- Content & Canva
- Social Media Basic
- Data Entry
- Digital Marketing
- HR
- Genera Affair
- Product Manager
- Dan masih banyak lagi skill yang bisa kamu gali
Coba kamu tanya ke diri sendiri dulu:
“Skill apa yang paling aku kuasai? Hal apa yang paling bisa aku kerjakan?”
Atau kamu bisa mencoba menuliskan, membuat dan mengurutkan list Skill atau pekerjaan yang kamu kuasai dari skala 1-10. Lalu kamu pilih 3-5 skill teratas kamu rasa kamu paling oke di sana.
Mungkin sekarang kamu agak bingung, tapi lama kelamaan kamu akan bisa memahami Core Skill yang kamu miliki.
Day 8–10: Belajar Komunikasi Profesional
Latihan bikin:
- Email perkenalan
- Email follow-up
- Chat singkat ke klien
- Format laporan mingguan
Percayalah bahwa kualitas komunikasi VA bisa menentukan kepercayaan klien terhadap kinerjamu.
Day 11–15: Buat SOP Sederhana (Simple Workflow)
SOP atau Workflow membuat kerja kamu lebih konsisten dan teratur. SOP juga akan mempermudah time management kamu dalam bekerja sebagai VA.
Contoh: SOP membalas email, SOP atur kalender, SOP upload konten.
Goal fase 1: Kamu tahu apa Core Skill yang kamu miliki, bisa menggunakan basic tools untuk men-support pekerjaan, dan punya workflow yang jelas.
Fase 2 (Day 16–30): Portofolio & Identitas Profesional
Pada Fase ke 2 ini adalah fase yang bikin kamu “kelihatan bisa di-hire” oleh klien.
Day 16–20: Bikin 3 Sample Work
Kalau kamu belum punya klien, nggak apa-apa. Kamu bisa buat job sample atau sample project agar bisa kamu tunjukan hasilnya ke klien.
Contoh:
- 3 desain konten sosial media simple
- 3 desain Promotional Poster
- 1 email marketing sample
- 1 dashboard spreadsheet rapi
- 1 SOP mini
- 1 Data Entry Report
- 1 Bookkeeping Report
- dan masih banyak lagi hal yang bisa kamu coba bikin sample project-nya.
Yang penting hasil dari task bagian ini terlihat “rapi, fungsional dan profesional”.
Day 21–25: Tulis 3 Case Study Mini
Pada fase ini kamu bisa membuat mini case study dengan Format sederhana, yang terdiri dari:
- Masalah Utama
- Tindakan yang dilakukan (problem solving)
- Hasil
Walaupun hal ini hanya project simulasi (fake project), tetapi tulislah report-nya seperti pengalaman nyata yang kamu alami dan selesaikan.
Tetapi ingat, bahwa pada CV : hal ini tetap harus di cantumkan sebagai “Sample Project” agar tidak membingungkan klien.
Day 26–28: Mulai Bangun Portofolio
Pada fase ini, kamu bisa pilih salah satu sebagai media Portfolio kamu:
✔ Notion
✔ Canva
✔ Google Drive
✔ Website sederhana (jika mampu)
Dan Isi portofolio – nya adalah sebagai berikut:
- Bio singkat
- Core skill
- Layanan
- Experience / Sample work
- Case study
- Cara kontak
Day 29–30: Mulai Rapikan LinkedIn
Menjadi Remote Worker tentu saja kamu harus mulai mengenalkan diri pada dunia. Tanpa hal ini, seberapa hebat pun dirimu maka tidak akan ada orang yang tahu. Maka. Optimalkan semua channel yang bisa kamu gunakan untuk menampakan dirimu. Dalam hal ini yang common di gunakan bagi para pekerja professional adalah platform Linkedin.
Lakukan Optimasi Linkedin dengan membuat :
- Headline
- About me
- Layanan
- Portofolio
- Foto profesional
Goal fase 2: Pasrtikan bahwa kamu punya kredibilitas : portofolio, sample project, dan halaman LinkedIn yang layak untuk di lihat.
Fase 3 (Day 31–45): Masuk Platform & Optimasi Profil
Bersiaplah! Karena di fase ini kamu mulai masuk arena kerja Remote.
Day 31–33: Daftar di Platform Internasional
Ada beberapa platform international yang bisa kamu gunakan, contoh:
- Upwork
- Fiverr
- Freelancer
- Contra
- dan masih banyak lagi pltaform freelancer lainnya.
Tetapi agar tidak membingungkan, pastikan kamu untuk fokus pada 1–2 saja dulu.
Jika dikemudian hari kamu sudah terbiasa, maka kamu bisa menambah platform freelancer yang ingin kamu coba.
Day 34–36: Daftar di Platform Lokal
Ada beberapa platform national yang bisa juga kamu gunakan, contoh:
- Sribulancer
- Projects.co.id
- Fastwork
Day 37–40: Optimasi Profil Linkedin
Kamu harus memastikan bahwa :
- Judul jelas: “Virtual Assistant | Email & Calendar | Admin Support”
- Kata kunci tepat
- Portofolio terpasang
- Deskripsi berbasis solusi, bukan cerita panjang
Day 41–45: Bikin 5 Belajar Bikin Template Proposal
Saat ini kamu bisa melakukan riset kecil di internet, bagaimana membuat Proposal Remote Job yang bagus. Biasanya Proposal Remote Job ini berisi:
- Pembuka personal
- Bukti skill relevan
- Cara kerja kamu step-by-step
- CTA jelas
Goal fase 3: Profil kamu terlihat profesional dan siap untuk ditawari project.
Fase 4 (Day 46–60): Outreach, Apply & Build Momentum
Nah, di fase inilah fase yang menentukan hasil nyata. Dimana kamu mulai serius untuk mencari klien dengan berbagai media dan project yang sudah kamu sudah buat sebelumnya.
Day 46–50: Kirim Proposal Harian
Buatlah Target yang realistis untuk dirimu sendiri:
- 2–3 proposal berkualitas per hari
- Jangan copy-paste
- Jangan plek ketiplek dari hasil penulisan AI
- Fokuslah pada pekerjaan entry-level dulu
Day 51–53: Bangun Jejak Media Sosial
Tanpa membangun kredibilitas di Media Sosial, maka tidak ada seorang pun yang mengenalmu dan paham bahwa kamu adalah seorang pekerja remote .
Kamu bisa melakukan Posting 2–3 konten edukasi pada platform sosial media yang kamu pilih:
- Tips admin
- Tools VA
- Behind the scene kerja
- Skill kamu
- dan niche lain yang menjadi pilihanmu
Tujuannya dari action ini adalah membagun trust, dan bukan ingin viral.
Day 54–56: Outreach ke 20–30 Orang
Jika kamu ingin bergerak lebih lagi. Maka kamu bisa melakukan hal ini. Mengirimkan pesan ringan ke:
- Alumni
- Kolega lama
- Kenalan bisnis
- Teman lama yang sedang membangun usaha
- Kenalan UMKM
Pesan simpel:
“Hai, aku sekarang bekerja di bidang VA, Dan bisa mengerjakan jasa untuk pengerjaan tugas admin, email management dan Bookkeeping. Kalau kamu butuh bantuan untuk men-support pekerjaan bisnismy, boleh DM aku ya.”
Day 57–59: Follow Up Semua Proposal
Ketahuilah bahwa melakukan Follow-up itu penting.
Terkadang ada beberapa klien mau hire tapi dia lupa dan kemudian tidak membalas pesanmu. Dan karena kamu tidak melakukan follow up maka kesempatanmu bisa hilang begitu saja. Ketahuilah bahwa persentase keberhasilan di folllow up ini adalah 50% : 50%.
Jangan sampai kamu kehilangan kesempatan mendapatkan pekerjaan hanya karena tidak/lupa melakukan follow up kepada klien.
Day 60: Refleksi & Upgrade Skill
Pada Fase ini coba kamu lakukan review ulang untuk semua yang sudah kamu lakukan diatas. Kamu juga bisa melakukan beberapa review dan analisa di bawah ini:
- Janis Proposal mana yang lebih efektif untuk di kirim ke klien
- Data Portofolio apakah sudah lengkap atau perlu di tambah
- Apakah ada Skill tertentu yang ingin kamu perdalam (Focus Skill)
Dan tanpa terasa – terlewati sudah 60 hari kamu belajar dari 0 menjadi Virtual Assistant / Remoter Worker =)
Goal fase 4: Minimal dapat klien pertama atau punya 3–5 warm leads
60 Days of Momentum
Ketahuilah bahwa Roadmap yang aku tulis ini bukan untuk bikin kamu jago dalam 60 hari.
Tapi untuk bikin kamu bisa mulai berjalan dan belajar tanpa berhenti, serta punya sistem yang jelas.
Yang artinya jika di lakukan, maka kamu melakukan self development progress yang positif dalam 60 hari kedepan.
Dengan 60 hari ini, kamu akan punya:
✔ Skill dasar yang solid
✔ Portofolio yang rapi
✔ Profil freelance profesional (as a newbie)
✔ Template proposal yang siap dipakai
✔ Networking yang mulai berkembang
✔ Peluang mendapatkan klien pertama
Tapi terlepas dari semua hal diatas – ada satu hal yang paling penting.
Roadmap ini bikin kamu bilang: “Ternyata aku bisa mulai juga ya!”
Tetap semangat dan jangan pernah menyerah terhadap impianmu!

Kamu ingin mulai karier atau switch career sebagai Freelancer atau Virtual Assistant (VA), tapi masih bingung harus mulai dari mana?
Mungkin ada beberapa dokumen dan materi yang bisa kamu gunakan ” di sini.