Freelance untuk Pemula: Panduan Lengkap Memulai Karier Freelance dari Nol

Pernakah kamu merasa stuck dan bosan dengan rutinitas pekerjaan kantor dari 8 ke 5? Atau mungkin kamu seseorang yang ingin switch career? Atau kamu adalah seorang fresh graduate yang sedang mencari kerja tapi bingung mau mulai dari mana? Bekerja Freelance adalah jawabannya.

Tapi tentu saja memulai bekerja freelance untuk pemula tanpa pengalaman itu sangat membingungkan. Dan aku pernah berasa di posisi seperti kamu. Buka laptop tapi bengong tidak tahu harus memulai dari mana.

Aku menulis artikel ini bukan hanya sekedar teori. Tetapi ini adalah panduan praktis yang bisa membimbing kamu memulai dari nol sebagai freelancer pemula tanpa pengalaman sama sekali. Dalam artikel ini, kita akan membahas step by step bagaimana memulai bekerja freelance. Mulai dari mengatur mindset, skill apa yang diperlukan, platform yang di gunakan, berapa besar ratenya sampai strategi mencari klien. Yuk langsung kita mulai aja!

Apa itu Freelance dan Kenapa Cocok untuk Pemula?

Freelance adalah sebuah sistem kerja independent dan bukan merupakan karyawan tetap dalam sebuah lembaga atau perusahaan. Biasanya freelance bekerja dengan sistem project lepas, dan bisa memiliki banyak klien sekaligus dalam satu waktu. berbeda dengan bekerja di kantor yang mendapatkan gaji tetap, freelance digaji per project atau per jam kerja.

Kenapa Freelance semakin populer saat ini? Menurut penelitian dari McKinsey Global Institute (2022), 36% pekerja di dunia sekarang terlibat dalam pekerjaan independen. Dan angka ini terus naik dari tahun ke tahun. Alasannya sederhana, karena adanya fleksibilitas. Kamu bisa kerja dengan mengatur waktumu sendiri, dari mana aja, atau bahkan sambil mengurus anak atau sambil kuliah.

Siapa saja yang cocok jadi Freelancer?

Sebenarnya siapa saja bisa menjadi seorang freelancer asal memiliki basic skill terhadap pekerjaan yang ingin di lamar. Seorang ibu rumah tangga, career switcher, bahkan seorang fresh grauduate pun bisa menjadi freelancer sambil terus melamar pekerjaan tetap di sebuah perusahaan.

Mitos vs Fakta tentang Freelance

Ada banyak mitos dan fakta yang beredar mengenai pekerja freelancer, antara lain :

  • Mitos mengatakan bahwa menjadi seorang Freelancer harus memiliki spesial skill. Faktanya adalah banyak freelancer pemula yang sukses memulai hanya dengan skill dasar administrasi dan data entry.
  • Mitos bahwa penghasilan freelance tidak stabil. Faktanya adalah jika seorang freekancer membangun reputasi yang bagus dan bisa mengatur networking dengan baik, maka bukan tidak mungkin mendapatkan income yang stabil melebihi gaji di kantor.
  • Mitos yang beredar bahwa freelance itu pekerjaan santai. Faktanya adalah freelancer yang sukses justru bekerja keras, hanya saja mereka memiliki kekuasaan penuh dalam mengatur waktu kerjanya.

Step by Step Cara menjadi Freelancer Pemula

Memulai bekerja Freelance Pemula itu membutuhkan fondasi yang kuat. Kita tentu saja tidak bisa tiba-tiba langsung mendapatkan klien tanpa adanya tujuan yang jelas dan usaha yang terarah. Berikut ada beberapa tips Freelancer untuk Pemula, yang bisa kamu terapkan sebelum memulainya.

Tentukan Goal

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menetukan tujuan atau goal. Kamu ingin menjadikan freelance sebagai income tambahan atau income utama? Hal ini sangat penting karena akan menjadi penentu seberapa banyak waktu dan tenaga yang harus kamu investasikan pada pekerjaan ini.

Temukan Skill Utama

Kesalahan terbesar seorang freelancer pemula adalah menawarkan terlalu banyak jasa tanpa memiliki spesialisasi. Akan lebih baik jika kamu menemukan skill utama yang kamu miliki, menonjolkan dan mencari pekerjaan yang sesuai dengan skill utamamu.

Menurut data dari Payoneer’s Freelancer Income Report 2023, skill yang paling dicari adalah web development, content writing, dan graphic design.

Tentukan Niche yang Spesifik

Menjadi seorang freelancer pemula, kamu harus menentukan niche pekerjaan seperti apa yang ingin kamu cari atau kamu kerjakan. Contohnya jangan hanya mencantumkan bahwa kamu adalah “content writer”, tetapi lebih baik kalau kamu tulis “SEO Content Writer for Beauty Bussiness”. Semakin spesifik niche, maka semakin mudah pula kamu menemukan klien yang sesuai.

Buat Portofolio

Sebelum memulai kerja freelance, yang harus kamu lakukan adalah membuat sebuah portofolio sederhana. Buatlah portofolio yang berisi 2-3 sampel pekerjaan. Misalnya kamu ingi menjadi content writer, maka tulislah 3 artikel dengan topik nivhe yang kamu kuasai. Simpan dalam Google Drive atau kamu bisa menuliskannya pada sebuah blog.

Tentukan Rate Awal dengan Strategi

Ingat! Jangan terlalu meremehkan kemampuan diri sendiri sampai akhirnya kamu memasang rate terlalu murah sehingga merugikan diri sendiri. Lakukan riser harga pasar dulu untuk pekerjaan yang kamu tawarkan. Untuk seorang pemula, rate harga boleh sedikit di bawah average tetapi tetap wajar, sampai kamu bisa memilki portofolio yang cukup baik.

Memulai dari Platform Freelance

Ada cukup banyak platform pekerja freelance, mulai dari gratisan sampai yang berbayar. Kamu bisa mencarinya di google untuk platform dan website khusus pekerja freelance atau remote. Untuk platform Indonesia, kamu bisa coba Fastwork atau Sribulancer. Tetapi jangan lupa building networking di Linkedin juga ya.

Cara Mendapatkan Klien Pertama

Ada banyak cara untuk mendapatkan klien pertama dan membangun portofolio. Contohnya kamu bisa menawarkan jasa gratis Data entry untuk temanmu yang memiliki online shop cukup besar. Atau kamu bisa juga memberikan diskon besar untuk 2-3 klien pertama dengan syarat memberikan testimoni yang baik. Sebaiknya kamu juga aktif mengirimkan proposal kerja dan jangan hanya pasif menunggu klien datang. Target minimal 5-10 proposal per hari di awal memulai. Kamu juga bisa join komunitas freelance untuk mendapatkan update informasi dunia remote job.

Skill yang Harus Dimiliki Freelancer Pemula

Sebagai seorang Freelancer Pemula, ada 2 jenis skill yang kamu butuhkan yaitu hard skill (kemampuan teknis) dan soft skill (kemampuan interpersonal). Kedua skill ini sama pentingnya, contohnya : kamu jago design, tetapi kalau komunikasi kamu dengan klien berantakan maka project akan gagal.

Hard Skill  adalah kemampuan teknis yang bisa di pelajari dan di ukur, seperti menulsi artikel, mengedit video, mendesign gambar, coding. Membuat business planning dan masih banyak lagi yang lainnnya.

Soft Skill adalah kemampuan interpersonal seperti cara kamu berkomunikasi dengan klien, cara menyelesaikan masalah, cara mengerjakan project dalam tekanan, cara manage waktu dan lain sebagainya.

Kesalahan Freelancer Pemula adalah terlalu fokus pada hard skill dan tidak mengembangkan soft skill. Padahal penelitian dari Harvard University, Carnegie Foundation, dan Stanford Research Center menemukan bahwa 85% kesuksesan karier ditentukan oleh soft skill, hanya 15% dari hard skill.

Berikut beberapa tips dan informasinya mengenai basic skill yang perlu di kuasai, dan bahkan akan sangat bermanfaat bagi Freelance untuk Pemula.

Hard Skill Dasar Freelance

Content Writing

Skill yang paling mudah untuk pemula. Kamu bisa mulai dari menulis artikel blog, product description atau caption sosial media. Kamu juga bisa memakai tools gratisan seperti Grammarly, Hemingway App yang bisa bantu improve hasil tulisan kamu.

Admin dan Data Entry

Skill ini sangat cocok untuk kamu yang belum memiliki spesifik skill tetapi teliti dan punay kemampuan mengetik yang bagus (cepat). Kerjaan di bidang ini biasanya input data, manage email klien, time management, organize spreadsheet, dan lain-lain.

Simpel Design

Kamu tidak perlu jago photoshop, tetapi cukup dengan Canva kamu sudah bisa bikin design sosial media, brosur, infographic atau presentasi slide yang menarik. Banyak klien yang memerlukan design yang simpel dan clear.

SEO Basic

Jika kamu terbiasa dengan menulis artikel dan menjelajah website, kamu bisa mencoba pekerjaan ini. Dengan memahami cara keyword research, meta description dan struktur artikel SEO maka kamu sudah bisa mencari klien yang menawarkan pekerjaan ini. Kamu juga bisa menggunakan Tools gratis seperti Google Keyword Planner dan Ubbersuggest.

Sosial Media Handling

Jika kamu terbiasa dengan sosial media, maka kamu bisa menawarkan jasa manage akun sosial media. Biasanya pekerjaan yang dilakukan adalah menjadwalkan postingan, membalas komen, membuat content plan, atau merespon DM.

Virtual Assistant

Jika kamu terbiasa multitasking dan bisa menghandle pekerjaan seperti manage calender, handle email, research. Administrasi dasar, data etry atau bahkan customer support. Maka kamu bisa menawarkan jasa Virtual Assistant.

Soft Skill Wajib Freelancer

Komunikasi dengan Klien

Ini adalah skill nomer satu yang wajib kamu kuasai jika ingin bekerja freelance. Kamu harus bisa menjelaskan jasa kamu, menanyakan pertanyaan yang tepat, dan update progress pekerjaan secara proaktif. Klien akan kehilangan respect bagi freelancer yang tidak baik dalam berkomunikasi dan melakukan ghosting.

Manajemen Waktu

Bisa mengatur waktu dengan baik adalah skill lain yang juga wajib di miliki oleh frelancer. Tanpa menajemen waktu yang baik maka deadline pekerjaan akan berantakan, banyak project yang tidak selesai dan akhirnya mengecewakan klien. Kamu bisa menggunakan teknik Pomodoro atau Time Blocking untuk tetap produktif.

Disiplin Kerja Mandiri

Menjadi seorang freelance artinya kamu akan bekerja sendiri tanpa ada bos yang mengawasi. Jadi kamu harus bisa disiplin, tetap fokus dan memotivasi diri sendiri untuk segera menyelesaikan deadline tugas meskipun banyak godaan di sekitarmu.

Problem Solving

Dalam bekerja secara remote atau jarak jauh, masalah pasti ada. Karena itu dibutuhkan skill problem solving, agar jika adalah masalah seperti perubahan deadline atau file corrupt kamu bisa menyelesaikannya dengan baik tanpa banyak drama.

Profesionalisme

Sebagai pekerja remote dan feelance, dibutuhkan profesionalisme agar kamu bisa mengerjaan pekerjaan yang berkualitas, tepat waktu dengan sikap yang positif. Profesionalisme inilah yang bikin klien akan kembali lagi mempekerjakanmu di lain waktu.

Tips Mangatur Jam Kerja Freelance

Time Blocking

Kamu bisa mengalokasikan waktu secara spesifik untuk sebuah task penting dengan deadline ketat. Misalnya jam 10-12 khusus untuk mengerjakan project penting, Jam 13-15 pengiriman proposal penting, jam 16-17 melakukan tugas administrasi dan follow up.

Setting Daily Target

Walaupun bekerja secara freelance kamu tetap harus menentukan target kerja harian yang realistis. Misalnya : “hari ini harus menyelesaikan 2 artikel”. Atau bisa juga “Mengirimkan 5 proposal sebelum jam 15.00”. Sebagai pekerja lepas kita harus fokus kepada output atau hasil kerja. Dan bukan hanya seberapa lama kamu duduk di depan laptop.   

Bikin Workflow per Project

Sebagai freelancer, tidak akan ada orang yang mengawasi kamu bekerja. Kamu harus bisa bekerja secara mandiri dan menyelesaikan semua tugas sesuai deadline. Karena itu kamu bisa membuat workflow atau sistem kerja untuk setiap project yang kamu kerjakan. Break down big project menjadi beberapa small task dengan deadline yang sesuai. Ini akan bantu kamu menyelesaikan project tanpa burn out.

Tools Management Waktu

Bisa mengatur waktu dengan baik adalah hal yang sangat penting bagi seorang freelancer. Kamu bisa menggunakan beberapa tools untuk membantu mengatur waktu kerjamu dengan efisien. Kamu bisa menggunakan Notion, Trello atau Google Calender untuk mengatur tugas dan set reminder untuk deadline. Selain itu kamu juga bisa gunakan Toggl dan RescueTime untuk men-track jumlah waktu kerjamu.

Pengalaman pribadi saat pertama kali memulai kerja Freelance, aku bekerja tanpa schedule yang jelas. Dan hasilnya? Kacau parah! Deadline selalu mepet, dan beberapa tugas tidak di kerjakan secara maksimal.

Jenis Pekerjaan Freelance untuk Pemula yang Bisa Dilakukan Online di Rumah

Content Writer

Jasa menulis artikel website, blog, atau ebook untuk klien. Fee nya berada di kisaran Rp. 100.000 – Rp. 500.000 per project, tergantung jenis artikel, riset dan panjang artikel.

SEO Writer

Content writer yang paham tentang SEO (Search Engine Optimization). Kamu perlu melakukan riset keyword, melakukan optimize artikel untuk mendapat ranking di google. Fee untuk pekerjaan ini jauh lebih besar dari Content Writer.

Virtual Assistant

Melakukan pekerjaan dengan mengurus semua pekerjaan administrasi untuk CEO atau small business owner. Tugasnya adalah memanage email, meeting schedule, cutomer support, data entry, dan lain-lain. Fee untuk posisi ini bisa di Rp. 2jt – Rp. 8jt per bulan.

Social Media Management

Melakukan pekerjaan dengan menhandle akun sosial media klien. Tugasnya antara lain membuat content, menjadwalkan posting, membalas komen, merespon DM dan melakukan analisa performance sosial media. Kamu bisa menggunakan tools Notion atau Google Sheets untuk membuat planning dan Canva untuk design vsiualnya. Fee untuk pekerjaan ini ada di kisaran Rp. 2jt – Rp. 10jt per bulan, tergantung jumlah akun dan platform yang di handle.

Graphic Designer

Melakukan pekerjaan dengan mendesign visual sosial media, membuat logo, membuat presentation, atau marketing materials. Seorang pemula bisa membuat design dengan Canva. Fee untuk pekerjaan ini ada di kisaran Rp. 50.000 – Rp. 500.000 per design.

Data Entry

Melakukan pekerjaan dengan meng-input data ke spreadsheet atau system. Kerjaan repetitive tetapi membutuhkan ketelitian tinggi. Fee dari pekerjaan ini ada di kisaran Rp. 20.000 – Rp. 50.000 per jam.

Translator

Melakukan pekerjaan dengan men-translate dokumen atau content dari bahasa inggris ke bahasa indonesia dan sebaliknya. Fee untuk pekerjaan ini ada di kisaran Rp. 50.000 – Rp. 200.000 per 500 kata.

Web Developer

Melakukan pekerjaan dengan membuat website, meng-upgrade atau memaintain website klien. Beberapa butuh Skill Coding dan pemprograman data. Pekerjaan ini memiliki requirement skill yang cukup tinggi, maka bayarannya pun cukup tinggi. Ada di kisaran Rp. 5jt – Rp. 50jt per project.

Video Editor

Melakukan pekerjaan edit video untuk sosial media (Facebook, Instagram, TikTok), video Ads atau youtube channel. Biasanya tools yang digunakan adalah Adobe Premier, Final Cut atau CapCut. Fee untuk pekerjaan ini ada di kisaran Rp. 200.000 – Rp. 2jt per project.

Admin Marketplace

Pekerjaan ini biasanya mencakup pekerjaan administrasi, me-manage toko online, upload produk, membuat deskripsi produk, menjawab chat customer dan proses orderan. Familiar dengan Tokopedia atau Shopee saja sudah bisa mengerjakan pekerjaan ini. Fee untuk pekerjaan ini ada di kisaran Rp. 500.000 – Rp. 3jt per bulan.

Customer Support Remote

Kamu akan melakukan pekerjaan handle customer inquories via chat, phone atau email. Pekerjaan ini biasa menerapkan sistem kerja shift-based. Fee untuk pekerjaan ini ada di kisaran Rp 3jt – Rp. 6jt per bulan

Transkripsi

Kamu akan melakukan pekerjaan convert audio atau video menjadi text atau artikel tulisan. Fee pekerjaan ini biasanya dalah hitungan menit audio. Dengan kisaran Rp. 10.000 – Rp. 30.000 per menit. Kamu bisa menggunakan tools gratis yaitu Google Docs voice typing (tetap butuh editing secara manual untuk hasil lanjutan).

WordPress Admin

Kamu akan melakukan pekerjaan dengan me-manage website WordPress klien, antara lain update content, menjadwalkan postingan, install plugin, memantau basic troubleshooting. Untuk bisa mendapatkan pekerjaan ini, kamu harus paham mengenai WordPress. Fee pekerjaan ini ada di kisaran Rp. 500.000 – Rp. 3jt per bulan tergantung besar website dan banyaknya pekerjaan yang dilakukan.

Script Writer

Kamu bisa menulis script untuk YouTube video, podcast atau TikTok dengan format yang lebih conversational di bandingkan dengan menulis artikel. Fee pekerjaan ini ada di kisaran Rp. 150.000 – Rp. 1jt per project.

HR Recuiter

Kamu bisa mengumpulkan talent dan mensortir talent dengan melakukan interview singkat. Yang nantinya akan mengerucut hanya tersisa 5 pilihan kandidat berkualitas, yang bisa kamu tawarkan kepada HR Manager perusahaan yang sedang membutuhkan talent tersebut. Biasanya untuk Freelancer HR atau Freelancer Recruiter ini, fee nya berbasis project.

Platform untuk Mencari Kerja Freelance Pemula

Ada banyak sekali platform atau website yang berisi vacancy untuk para pekerja freelance atau remote worker baik dalam dan luar negeri. Kamu bisa pilih salah satu dari beberapa platform di bawah ini. Kamu juga bisa spead presence kamu di 2-3 platform, tetapi manage dengan baik agar kamu tidak overwhelmed sendiri. Berikut ada beberapa platform yang bisa di coba bagi Freelance untuk Pemula tanpa perlu merasa insecure.

Sribulancer

Sribulancer adalah salah satu platform freelance lokal terbesar di Indonesia. Dengan design yang user-friendly, memiliki banyak klien lokal, dan pembayaran menggunakan rupiah.  Cocok sekali untuk Freelance Pemula karena da kategori job yang jelas dan sistem pembayaran milestone.

Projects.co.id

Salah satu platform lokal terbesar lainnya di Indonesia adalah Projects.co.id. Platform ini lebih fokus ke creative dan digital marketing jobs. Fee pembayaran di platform ini lebih rendah dari Sribulancer, tetapi persaingan kerjanya juga sangat ketat.

Fastwork

Platform Fastwork ini berasal dari Thailand, tetapi banyak sekali klien Indonesia berkumpul di platform ini. Interface website nya clean, user friendly dan sistem bidding yang fair. Bisa menjadi alternatif jika platform lain terasa terlalu ketat persaingannya bagi Freelance untuk Pemula.

Upwork

Salah satu platform global terbesar dimana kompetisinya super ketat adalah Upwork. Free pambayarannya menggunakan US Dollar. Kamu harus membuar profile yang kuat sesuai engan core skill kamu sebelum mendaftar di platform ini.

Fiverr

Fiverr ini biasanya fokus ke pekerjaan creative dan digital marketing project. Kamu bisa bikin “gig” atau paket jasa pengerjaan dengan harga fix. Bukan hanya dapat pekerjaan dari bidding, tetapi klien juga bisa menemukan dan mempekerjakanmu secara langsung melalui platform ini. Tetapi kamu juga memerlukan SEO Optimization agar profile kamu muncul di pencarian teratas.

Freelancer.com

Platform Freelancer ini merupakan platform global yang cukup populer. Menyediakan berbagai jenis pekerjaan freelance tetapi dengan kompetisi yang cukup ketat. Keunggulan dari platform ini adalah daily project update, bisa langsung mulai tanpa perlu pengalaman, sistem pembayaran yang cukup aman serta platform ini juga mensupport freelancer dari Indonesia.

LinkedIn

LinkedIn bukanlah platform freelance, tetapi sangat bagus untuk membangun networking. Kamu bisa melakukan optimasi profile sesuai dengan core skill yang kamu miliki. Aktif memposting juga bisa menaikan insight dan engage ke potential klien. Sebagai Freelancer Pemula, kamu juga bisa pelan-pelan membuat konten di Linkedin untuk menunjukan eksistensimu.

Grup Komunitas Freelance

Kamu bisa memulai dengan join grup komunitas Freelancer Indonesia di Facebook, Telegram, Discord atau WA Channel untuk mendapatkan peluang pekerjaan dan networking yang positif. Selain itu, ada banyak juga channel yang di buat untuk para Freelancer Pemula agar lebih mudah untuk bertukar informasi.

Tips Fokus ke Satu Freelance Platform

Bagi Freelancer Pemula, salah satu kesalahan paling umum adalah langsung mencoba banyak platform sekaligus. Padahal jika kamu fokus hanya ke satu platform justru bisa lebih cepat untuk mendapatkan klien pertamamu.

Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan sebagai Freelancer Pemula

1. Pilih satu plafrorm freelancer dulu

Seabagi freelancer pemula, memilih satu platform utama akan membantu kamu mempelajari sistem dan cara kerja platform freelance dengan lebih cepat.

2. Pahami cara kerja platform tersebut

Setiap platform freelance memiliki aturan, alogaritma, sistem kerja dan gaya klien yang berbeda-beda. Fokus di satu platform akan membuat kamu lebih mudah memahami cara untuk mendapatkan job.

3. Optimalkan profil sejak awal

Profile merupakan “etalase“ bagi seorang freelancer pemula. Gunakan informasi skill yang spesifik dan deskripsi yang jelas dengan bahasa yang mudah di pahami klien yang mampir ke profile kamu.

4. Tampilkan portofolio yang relevan

Tidak perlu banyak, tetapi cukup menampilkan project dan hasil karya yang sesuai dengan skill dan jasa yang kamu tawarkan.

5. Konsisten dan rutin aktif

Luangkan waktu setiap hari untuk apply atau bidding job, update profile dan membalas chat dari calon klien. Konsistensi merupakan hal yang penting di fase awal freelancer.

6. Kumpulkan review dalam satu platform

Review, testimoni dan rating adalah modal penting bagi freelancer pemula. Lebih baik jika kamu memiliki beberapa review kuat di satu platform dari pada tersebar tetapi hanya 1.

7. Tingkatkan value secara bertahap

Setelah berhasil mendapatkan klien dan beberapa review, kamu sudah bisa mulai menaikan harga dan memilih project atau job yang lebih berkualitas.

Baca Juga : Checklist Wajib Sebelum Memulai Kerja Remote

Kesalahan Umum Freelancer Pemula

Banyak freelancer pemula yang merasa sangat sulit mendapatkan klien pertama karena melakukan beberapa kesalahan yang tidak mereka sadari. Silahkan simak informasi dibawah ini mengenai beberapa kesalahan umum yang sering di lakukan oleh freelancer pemula.

  1. Menawarkan terlalu banyak jasa

“Saya bisa semua!” adalah pesan redflag yang akan di tangkap oleh klien. Klien akan lebih memilih freelancer yang memiliki spesialisasi ketimbang yang generalist. Jadi fokusnya hanya pada 2-3 jasa dulu sebelum kamu expand ke skill yang lainnya.

  • Tidak punya portofolio

“Belum pernah punya klien, bagaimana bisa mendapatkan porofolio?”. Jangan berkecil hati, kamu bisa membuat sampe project sendiri. Contohnya : menulis beberapa artikel SEO yang di pajang di blog, bikin design mockup, develop mini project, bikin sampel content planner, dan masih banyak lagi.

  • Harga jasa terlalu murah

Menawarkan harga terlalu murah justru akan merugikan dirimu sendiri. Menawarkan harga murah boleh saja untuk awal, tetapi kamu harus set timeline yang jelas kapan kamu akan menaikan ke harga wajar.

  • Tidak membuat kontrak kerja

Kamu akan bingung dan tidak adal legal protection jika kamu hanya bekerja berdasarkan chat atau email saja. Minimal kamu harus membuat simple agreement yang mencakup job scope, deadline dan payment terms.

  • Tidak mencatat project

Jika kamu tidak melakukan pencatatan progress project, maka akan susah melakukan evaluasi dan improve kedepannya. Sebaiknya kamu membuat spreadsheet simple untuk men-track semua timeline project yang sudah kamu kerjakan, mana saja klien yang berkualitas dengan bayaran cukup tinggi.

Pengalaman pribadi aku sendiri adalah pernah meneriman 5 job yang berbeda dalam 1 jenis scope pekerjaan yang sama di satu platform. Hasilnya? Aku kewalahan, bingung deadline, dan klien juga ikut bingung.

Tips Supaya Freelancer Pemula Cepat Dapat Klien

Ada beberapa tips yang bisa di terapkan oleh Freelance untuk Pemula, agar lebih mudah mendapatkan klien pertamamu.

  1. Fokus ke 1 niche

Menjadi SEO Writer untuk bisnis beuaty dan skincare, akan jauh lebih powerfull ketimbang jadi content writer untuk semua topik. Dengan fokus di satu niche akan membuat kamu lebih stand out dan expert di mata klien.

  • Buat portofolio mini

Kamu bisa membuat 3-5 sampel job berkualitas untuk di presentasikan kepada klien. Quality over quantity, persentasikan dengan format yang clean dan mudah di pahami.

  • Aktif kirim proposal

Buatkag target 5-10 proposal sehari, dan jangan tunggu Klien datang kepadamu. Jangan lupa cutomize setiap proposal sesuai dengan scope pekerjaan, dan mention kenapa kamu cocok untuk project mereka.

  • Bangun personal branding

Membangun personal branding di sosial media, khususnya di LinkedIn akan menaikan trust klien sebelum bekerja sama denganmu. Kamu bisa posting tips, behind the scene story, atau case study yang sedang kamu kerjakan untuk menaikan kredibilitas personal brandingmu di sosial media.

  • Meminta Testimoni

Mintalah testimoni pada Klien setiap berhasil menyelesaikan sebuah project. Dalam hal ini LinkedIn recommendation sangat powerfull, atau kamu bisa screenshot chat appreciation dari klien.

  • Konsisten follow up

Lakukanlah follow up 3-5 hari dengan gentle reminder setelah kamu mengirimkan proposal project. Karena bisa jadi klien sibuk, atau bahkan lupa membalas emailmu.

Real case nya adalah teman aku seorang graphic designer. Dia mengirimkan sekitar 10 proposal per hari secara masal, dan zero response. Tetapi setelah dia melakukan customize untuk masing-masing proposal berdasarkan kebutuhan klien dan menyertakan mini mockup, hasilnya response rate naik menjadi 30%. Jadi kita memang tidak bisa menyamakan dan mengirimkan satu proposal umum untuk semua klien.

Saatnya Kamu Mulai Action

Freelancing bukan hanya tentang kerja flexible dimana saja dan kapan saja. Freelancing adalah tentang membangun karier di dunia remote yang bisa kamu kontrol sendiri. Dari core skill yang kamu develop, dari klien yang kamu pilih sampai menentukan income – semua ada dalam kendalimu.

Kamu tidak perlu sempurna untuk memulai. Tidak perlu menunggu punya skill dan portofolio hebat dulu. Tetapi mulai dari sekarang dengan apa yang kamu miliki saat ini. Pilih satu skill yang paling powerfull, bikin satu sampel project, dan mulai kirimkan satu proposal hari ini.

Berikut saya tuliskan juga beberapa tips Freelance untuk Pemula yang bisa menjadi acuan untuk kamu memulai step pertamamu di dunia remote work.

Lakukan Langkah Nyata ini :

  1. Minggu ini, pilih satu skill paling kuat yang kamu miliki. Bikin draft profil freelance dengan value preposition yang jelas.
  2. Minggu depan, selesaikan 2 sampel project untuk portofolio
  3. Minggu ketiga, pilih dan daftar ke platform freelancer. Lengkapi profile sesuai dengan niche pekerjaan yang kamu pilih. Mulai draft poposal sesuai dengan klien yang kamu incar. Dan segera kirimkan proposal yang sudah di customize kepada klien.
  4. Minggu keempat, Target kirim 3-5 proposal kerja sehari. Dan mulai ikut dan bergabung dalam 2-3 grpup komunitas freelance online.

Ingatlah bahwa, setiap freelancer sukses pernah menjadi seorang newbie – sama seperti kamu sekarang!

Bedanya cuma satu : mereka mulai mengerjakan apa yang seharusnya di kerjakan. Dan sekarang giliran kamu!

Bagi freelancer pemula, konsistensi adalah hal yang sangat penting untuk memulai karir di dunia Freelance untuk pemula. Maka tetap semangat dan jangan pernah menyerah. Kesuksesan besar itu memilki milestone yang harus dilalui pelan-pelan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *